ASYIKNYA MENJADI PEMBINA PANDU CIKAL

Yok… pandu cikal… Ayo kita… menari… Tari..tari.. gareng… Tari gareng… Geleng-geleng…

Yok… pandu cikal… Ayo kita… menari Tari..tari.. petruk… Tari petruk… Mantuk-mantuk…

Demikianlah sebuah lagu, dinyanyikan oleh adik-adik Pandu Cikal dalam sebuah latihan Pandu SIT. Keceriaan selalu nampak dalam wajah-wajah mereka. Tak lupa pula bimbingan Sang Bunda (panggilan bagi Pembina Putri Pandu Cikal) yang penuh kehangatan dan senyum yang selalu merekah mengisi kegiatan-kegiatan adik-adik kecil tersebut. Memang, sesungguhnya Keceriaan dan kehangatan merupakan ciri dari kegiatan pandu cikal.

Piaget dalam konsep psikologi perkembangannya menyatakan bahwa, pada usia belia, anak-anak lebih cepat menangkap pada hal-hal yang konkret. Pada masa belia ini pula karakter mereka terbentuk berdasarkan kemampuan mereka meniru atau berimitasi pada orang di sekitarnya. Oleh karena itu sebagai seorang Pembina Pandu Cikal kita diharapkan memahami betul konsep psikologi perkembangan tersebut agar kita tahu persis apa yang mesti kita lakukan dan bagaimana kita berprilaku di saaat latihan.

Usia Pandu Cikal antara 6 – 8 tahun ini, sering juga disebut sebagai The Golden Age, atau masa keemasan. Di mana seorang anak memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menangkap, sekaligus menyerap berbagai hal di sekitarnya. Rasa ingin tahu yang besar juga menjadi ciri dari keseharian adik-adik Pandu Cikal tersebut.

Untuk itulah, kita diharapkan mampu memfasilitasi mereka akan kebutuhan dan kemampuan tersebut. Karena apa yang mereka tangkap, apa yang mereka serap akan sangat berguna bagi kehidupan mereka kelak, karena relatif akan bersifat menetap.

Secara umum kita dapat membuat katagori kebutuhan dan kemampuan yang sangat mereka perlukan dalam kehidupan mereka kelak, seperti kemampuan :

1. Bersosialisasi,

Untuk yang satu ini perlu dibangun kebiasaan saling menghormati, menghargai, berani berpendapat, menerima dengan tulus hati, gemar menolong dan selalu terlibat dalam kegiatan-kegiatan.

2. Menyerap Informasi Dengan Tepat,

Kemampuan ini dapat dilatih dengan mengembangkan kemampuan panca indera. Baik penglihatan, pendengaran, peraba, pengecap dan penciumam. Banyak sekali kegiatan atau permainan yang dapat dilakukan guna mengemabnagkan kelima panca indera tersebut. Dalam pramuka kegiatan ini sering disebut dengan itilah kim. Untuk melatih penciumam misalnya, kita dapat menyiapkan beberapa bumbu dapur. Sebelumnya kita perkenalkan nama-namanya, kemudian kita ajak mereka untuk mencium kekhasan baunya, setelah itu kita uji kemampuan penciuman mereka dengan cara menutup dengan kain semua bumbu dapur yang ada dan mereka menebak dengan mengandalkan penciuman.

3. Budi Pekerti,

Budi pekerti dapat dilatih melalui role playing, story telling, camping dsb. Tentunya harus dikemas melalui kegiatan yang atraktif dan dilakuakn di alam terbuka. Salah satu role playing yang dapat dilakukan dalam jumlah besar dan perannya sangat sederhana adalah samsons and delilah games, atau sering di ubaha menjadi petapa –harimau dan pemburu. Dan banyak lagi permainan yang menonjolkan nilai moral lainnya.

4. Berusaha Dan Kerja Keras

Untuk mewujudkan kemampuan ini banyak para pembina yang mencobanya dengan kegiatan outbound. Sesungguhnya aktifitas fisik bagi pandu cikal hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan akan keterampilan tata laksana rumah tangga alias untuk membantu mereka mempersiapkan diri agar mandiri dlam menyelesaikan pekerjaan sederhana di rumah. Contoh, latihan memeras baju sebanyak-banyaknya, latihan mengganti 3 stel pakaian seragam lengkap dengan rapi, latihan memasang tali dan menyemir sepatu, latihan memindahkan meja kelas secara berpasangan, mencuci piring dan cangkir sebanyak-banyaknya, dsb.

5. Ketrampilan Tangan

Dalam kepanduan ada kegiatan tali-temali dan pioneering, melalui kegiatan ihni adik-adik dapat berlatih motorik halus dan kasar untuk meningkatkan keterampilan tangan sebagai modal dasar kreatifitas. Mide-ide segar dalam berlatih tali-temali juga perlu dimunculkan oleh setiap pembina. Misalnya permainan tali-temali berantai, setaiap kelompok berbaris memanjang, kemudian setaiap anak diberitugas mengikat dengan ikatan tertentu pada tempat tertentu di bagian tubuh temannya secara berantai

6. Nalar

Permainan menggunakan sandi, sangat efektif dalam mengoptimalkan kemampuan nalar anggota pandu sit. Dengan beragam sandi yang ada, kita dapat memodifikasinya dengan kegiatan yang menyenangkan. Misalnya. Dalam memberi pesan dengan menggunakan sandi morse, tidak hanya dapat menggunakan ketukan atau sinar lampu, tetapi juga dengan kedipan mata. Setiap anak secara berpasangan saling mengirim pesan dengan cara mengedipkan mata kanan sebagai pengganti simbol garis dan kedipan mata kiri sebagai pengganti simbol titik. Untuk usia pandu cikal cukup dengan tebak-tebak huruf saja, tanpa membuat kata atau kalimat. Wah..pasti menggelikan dan tentu menyenangkan untuk dicoba

Tentunya masih banyak lagi yang perlu kita kembangkan dalam diri adik-adik pandu cikal kita. Sebagai sebuah indikator, keberhasilan kegiatan pandu cikal adalah munculnya jiwa kasih sayang dan riang gembira. Karena kasih sayang dan jiwa gembira adalah dasar dari sifat positif thingking. Hal inilah yang perlu terus ditanamkan pada usia kanak-kanak, sehingga mereka lebih siap menghadapi perubahan dengan jiwa sabar dan jiwa besar sejak dini. Selamat mencoba. ? Fk

Foto-foto : Fikri

Gambar diambil saat Pelantikan Pandu Cikal di SDIT Darul Abidin, Depok

6 Tanggapan to “ASYIKNYA MENJADI PEMBINA PANDU CIKAL”

  1. Pandu Cikal???
    Koq namanya mirip2 dg Gerakan Pramuka sih …
    Aku bukannya alergi namanya “disaingi”, tapi ini justru menunjukkan eksistensi sebenarnya dari GP.

    kalau sedang lomba, bersaing namanya,kalau sedang beramal, fastabiqul khoirot namanya. dan yang pasti eksistensi sesungguhnya hanya milik Allah SWT

  2. Saya setuju dg Badrun, koq namanya hampir mirip2 GP to, apa gak bisa cari yang lain. Aduh … komentar dari Admin …., afwan ya … koq gitu sich .. Lha .. artinya Fastabiqul khoirot itu apa kalo bukan “berlomba”. Hayooo …
    Mari kita besarkan Pandu kita, tanpa harus “nebeng” ketenaran “tetangga” kita, jujur aja masyarakat belum banyak tahu tentang keberadaan Pandut SIT kecuali kita sendiri. Masyarakat tahunya Pandu itu ya Pramuka…….

    hehehe…saya lebih senang mengartikannya sebagai “bersama-sama dalam kebaikan” PANDUSIT or GP sama-sama untuk kebaikan generasi muda khan. kita sebagai seorang pandu sejati…apapun benderanya selama untuk kebaikan ummat takkan ada masalah atau penghalang.

  3. Muhammadpanca Says:

    assalamu’alaikum,
    entah apa yang harus diucapkan… ada sedih dan duka….sebagai seorang muslim yang dibesarkan sejak siaga oleh gerakan pramuka sampai sekarang jadi pelatih…kadang merasa sedih dengan hadirnya pandu-pandu lain…terutama Pandu HW dan SIT karena Gerakan Pramuka organisasi yang sangat besar dan potensial malah ditinggalkan orang muslim yang insyaAlloh (mungkin) punya komitmen keislaman yang baik. Siapa yang akan mengisi Pramuka? kenapa tdk mau berjuang besama dari dalam?
    Wassalamu’alaikum.

    Salam kak Panca yang baik, mungkin kakak belum lengkap membaca postingan di blog ini, terhitung sejak tanggal 9 Agustus 2008, Pandu SIT telah resmi menjadi Pramuka SIT di mana deklarasinya dilakukan pada Jambore Nasional Pramuka SIT yang dihadiri oleh Kak Azrul (Ka. Kwarnas) dan Ketua MPR RI kak Hidayat Nurwahid. btw. terima kasih atas komennya ya kak. Salam Pramuka

  4. sdit granada Says:

    Kami SDIT GRANADA yang berlokasi di Karawci Tangerang merasa kesulitan untuk mencari informasi tentang perkumpulan kegiatan PANDU SIT atau yang sekarang berubah menjadi PRAMUKA SIT. Mohon bantuannya agar sekolah kami dapat bergabung dengan kegiatan PRAMUKA SIT.

    Tertanda,
    Ibu Yunie ( Bag. Kurikulum )
    Telp. 021 55769088
    )

  5. pramuka SIT itu apa yaaa??? kok saya baru tau dan apakah kepanduan SIT itu diakui oleh Negara???

  6. Assalaamu’alaikum…

    Salam kepanduan. Ana Pembina Pandu SD An Namiroh Pekanbaru. Ana mo gabung dengan pandu SIT, boleh nggak? jazakumullah sebelumnya. Afwan. Was

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: